Jakarta – MSN, Komisi B DPRD DKI Jakarta meninjau Pelabuhan Perikanan Nasional Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, serta Pelabuhan Kali Adem, Selasa (14/4). Melihat langsung kondisi operasional dan fasilitas penunjang perikanan.
Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh memimpin kunjungan itu didampingi Sekretaris Komisi B Hengky Wijaya.
Hadir Anggota Komisi B M. Taufik Zoelkifli, Muhammad Al Fatih, Ade Suherman, Pandapotan Sinaga, Ryan Kurnia Ar Rahman, Ahmad Moetaba, Syahroni, Wita Susilowati, dan Nur Afni Sajim.
Komisi B melihat langsung proses bongkar muat kapal, kondisi dermaga, tempat pelelangan ikan (TPI), hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage. Termasuk berdialog dan menyerap aspirasi dari pengelola pelabuhan dan para pelaku usaha.
Nova mengatakan, kunjungan itu untuk memetakan persoalan. Sekaligus mencari solusi jangka panjang terhadap aktivitas pelabuhan.
“Bagaimana bongkar muat kapal yang kemarin sempat viral. Mandeknya kurang lebih sampai dengan 2.000-an, 2.000-an kapal,” ujar Nova.
Komisi B tidak masalah kemacetan kapal terulang kembali. Sebab, berdampak langsung terhadap distribusi hasil tangkapan serta aktivitas ekonomi nelayan dan pelaku usaha.
Untuk itu, Komisi B mendorong langkah konkret meningkatkan kelancaran lalu lintas kapal hingga penyediaan sarana pendukung.
“Karena yang bersandar di sini ada ribuan kapal,” kata Nova.
Selain persoalan operasional, Komisi B juga menyoroti pentingnya pengembangan pelabuhan dalam jangka panjang.
Rencana perluasan kawasan, sebut Nova, menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi kepadatan aktivitas di pelabuhan. “Akan adanya perluasan ke depannya,” kata dia.
Fasilitas Cold Storage
Komisi B mengapresiasi pengelolaan fasilitas cold storage yang sudah berjalan cukup baik. Namun, masih terdapat sejumlah catatan. Khususnya terkait infrastruktur pendukung.
“Tapi ada beberapa keluhan-keluhan tadi disampaikan juga ya terkait dengan masalah limpasan air, atau ke depannya juga istilahnya perbaikan jalan seperti itu,” ungkap Nova.
Seluruh temuan dan masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat kerja Komisi B bersama mitra kerja terkait. Memastikan perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.
Termasuk menyusun perencanaan yang matang untuk meningkatkan kualitas layanan pelabuhan. Baik dari sisi infrastruktur, manajemen, maupun dukungan terhadap pelaku usaha perikanan.
“Iya, tentunya seperti itu untuk perencanaan-perencanaan ke depannya,” tukas Nova. (yla/df)
