Pekanbaru – MSN, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa esensi mudik lebaran melampaui sekadar tradisi tahunan, melainkan menjadi momentum krusial dalam mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat melepas secara resmi keberangkatan ratusan pemudik dalam program mudik gratis yang diselenggarakan oleh PTPN IV Regional 3 di Pekanbaru, Selasa (17/3/2026).
Dalam sambutannya, Syahrial memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen PTPN IV Regional 3 yang dinilai memiliki komitmen luar biasa dalam membantu masyarakat. “Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PTPN IV Regional 3 yang telah konsisten selama sembilan tahun berturut-turut menyelenggarakan program mudik bersama ini bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning,” ujarnya.
Syahrial menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan regulasi setiap tahunnya guna mendukung kelancaran arus mudik. Salah satu strategi yang diterapkan tahun ini adalah pengaturan cuti bersama yang dikombinasikan dengan skema kerja fleksibel atau Work
From Anywhere (WFA). Langkah ini diambil untuk mendistribusikan beban kepadatan lalu lintas di jalur lintas Sumatera.
“Kebijakan WFA dan pengaturan cuti ini bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memulai perjalanan lebih awal dan kembali lebih akhir. Dengan begitu, kita dapat mengurangi puncak kepadatan arus perjalanan yang biasanya menumpuk di waktu yang bersamaan,” jelas Sekda Riau tersebut di hadapan para pemudik.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa mudik mengandung nilai filosofis yang mendalam, yakni keterikatan emosional antara anak dengan orang tua serta lingkungan tempat seseorang tumbuh besar. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Riau juga menggelar program mudik khusus untuk memfasilitasi mahasiswa asal Riau yang menempuh pendidikan di luar daerah, seperti Jakarta dan Yogyakarta, agar dapat pulang ke Pekanbaru dengan aman.
Terkait aspek keamanan selama ditinggal mudik, Pemprov Riau telah menjalin koordinasi intensif dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan pengawasan di area pemukiman. “Kami bekerja sama dengan Polda Riau untuk mengaktifkan patroli rumah kosong. Hal ini dilakukan guna memberikan rasa tenang bagi warga yang sedang merayakan Idulfitri di kampung halaman,” tambah Syahrial.

Khusus untuk armada bus yang diberangkatkan hari ini, Syahrial memastikan bahwa 13 unit bus yang tersedia telah melalui uji kelayakan jalan yang ketat.
“Di 13 bus ini tentu banyak anak-anak dan keluarga. Fasilitas sudah disiapkan dengan baik, kendaraan layak jalan, dan pengemudi yang kompeten. Kami ingin memastikan ibu-ibu nyaman dan bapak-bapak tenang selama perjalanan,” tuturnya.
Syahrial Abdi mengimbau seluruh masyarakat untuk memastikan kondisi keamanan rumah masing-masing sebelum berangkat, mulai dari mematikan aliran listrik hingga mengunci akses pintu secara ganda. Ia menyarankan warga untuk menitipkan informasi keberangkatan kepada tetangga atau ketua lingkungan setempat agar perjalanan mudik dapat dinikmati dengan perasaan yang tenteram.
Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional 3, Bambang Budi Santoso, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen dalam membantu masyarakat Riau pulang ke kampung halaman.
“Tahun ini kami memberangkatkan 520 orang, di luar anak-anak yang masih dipangku. Adapun 13 bus terdiri dari 10 unit tujuan Medan, dua unit ke Padang Sidempuan, dan satu unit ke Sumatera Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara keseluruhan PTPN IV PalmCo memberangkatkan sekitar 1.000 pemudik dengan 25 bus, di mana untuk wilayah Riau mendapatkan porsi terbesar. “Program mudik gratis ini telah berlangsung sejak 2018 dan memasuki pelaksanaan ke-9, meski sempat terhenti selama pandemi Covid-19. Hingga kini, lebih dari 5.000 pemudik telah difasilitasi, ” katanya.
Bambang berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dikatakannya, langkah kecil yang diakukan hari ini dapat menjadi keberkahan bagi masyarakat.
“Sekaligus menjadi bentuk sumbangsih kami kepada Provinsi Riau. Sebagai BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.
