Surabaya – MSN, Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti menekankan pentingnya dukungan negara terhadap aktivis kepemudaan melalui penyediaan beasiswa pendidikan berjenjang. Menurutnya, aktivis pemuda merupakan aset strategis bangsa yang perlu difasilitasi agar mampu mengembangkan kapasitas kepemimpinan serta berkontribusi secara berkelanjutan.

Reni mengapresiasi berbagai program dan capaian positif pembangunan kepemudaan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sebagaimana dipaparkan oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Meski demikian, ia menilai masih terdapat persoalan mendasar yang perlu diselesaikan bersama, terutama terkait akses pendidikan dan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.

“Persoalan utama yang dihadapi anak muda saat ini masih berkisar pada pendidikan dan pekerjaan. Tidak semua pemuda memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, masih banyak lulusan sarjana yang belum terserap di dunia kerja,” ujar Reni usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan paparan pemerintah daerah, Jawa Timur mencatat angka NEET (Not in Employment, Education, or Training) sebesar 20,13 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 22 persen. Namun, Reni menilai persentase tersebut masih cukup tinggi jika dilihat dari jumlah absolutnya yang mencapai jutaan pemuda, sehingga memerlukan intervensi kebijakan yang lebih kuat dan terarah.

Dalam konteks tersebut, Reni menyoroti aspirasi organisasi kepemudaan terkait kebutuhan beasiswa pendidikan, khususnya bagi aktivis pemuda yang memiliki keterbatasan pembiayaan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 maupun S3. Menurutnya, para aktivis kepemudaan telah memberikan kontribusi nyata melalui kerja-kerja sosial dan pengorganisasian pemuda, sehingga layak mendapatkan perhatian khusus dari negara.

“Aktivis pemuda memiliki keunggulan dari sisi rekam jejak kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta komunikasi. Mereka mengorbankan waktu dan tenaga untuk membangun pemuda lainnya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya negara hadir memberikan dukungan, salah satunya melalui beasiswa pendidikan,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.

Ia mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk merumuskan skema beasiswa yang memberikan afirmasi khusus bagi aktivis kepemudaan. Skema tersebut dinilai penting guna memastikan keberlanjutan regenerasi kepemimpinan nasional yang berkualitas.

Lebih lanjut, Reni menegaskan bahwa peMun/Andringuatan kebijakan beasiswa bagi aktivis kepemudaan juga akan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda, yang salah satu komponennya adalah akses pendidikan dan pengembangan kapasitas.

“Komisi X akan terus mendorong agar kebijakan kepemudaan tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar pemuda, termasuk akses pendidikan lanjutan bagi para aktivis,” tutupnya. (mun/aha)