Klaten – MSN, Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Hatta menilai kunjungan kerja spesifik Komisi VII ke PT Tirta Investama di Klaten, Jawa Tengah, penting untuk memberi gambaran utuh kepada DPR mengenai kontribusi industri terhadap lingkungan dan pembangunan daerah.

Kunjungan ini sekaligus melihat langsung praktik industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) serta potensi pengembangan pariwisata berbasis sumber daya alam di daerah.

“Kunjungan ini memang kita harapkan, supaya kita bisa melihat langsung potensi di Klaten dan bagaimana industri seperti Tirta Investama berkontribusi, termasuk untuk pengembangan daerah dan pariwisata,” ujar Hatta saat wawancara usai pertemuan Komisi VII DPR dengan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Dirut PT Tirta Investama Vera Galuh Sugijanto serta jajaran di Pabrik Aqua Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Lebih lanjut, Muhammad Hatta menyoroti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Menurutnya, upaya konservasi yang dilakukan tidak hanya sebatas operasional, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

“Dari sisi konservasi, saya lihat cukup baik. Ada upaya menjaga penyerapan air dan tanggung jawab terhadap sumber air yang digunakan,” imbuh Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) tersebut mengapresiasi.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah V, Hatta juga menyampaikan apresiasi kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia. Ia menilai pendekatan tersebut penting untuk menciptakan hubungan yang sehat antara industri dan lingkungan sosialnya.

Namun demikian, Hatta menekankan bahwa praktik baik tersebut tidak boleh berhenti pada satu perusahaan saja. Menurutnya, perlu ada penguatan regulasi agar standar yang sama dapat diterapkan di seluruh pelaku industri AMDK

“Ke depan, ini akan kita bawa ke Panja. Harapannya ada regulasi yang lebih jelas dan adil, sehingga bukan hanya satu perusahaan yang baik, tapi yang lain juga mengikuti standar yang sama,” tegasnya.

Hatta juga mengingatkan adanya pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait persoalan limbah plastik yang masih menjadi tantangan dalam industri AMDK.

“Ini yang nanti akan kita dalami lagi di Panja, termasuk membandingkan praktik yang ada, supaya industri ini bisa tetap tumbuh tanpa mengabaikan aspek lingkungan,” tandas Hatta.

Turut hadir Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Tim Evita Nursanty, Samuel J.D. Wattimena, Nila Yani Hardiyanti (Fraksi PDI-Perjuangan), Andhika Satya Wasistho (Fraksi Golkar), Rahmawati, Ma’ruf Mubarok (Fraksi Gerindra), Mohammad Toha, Eva Monalisa (Fraksi PKB), Yoyok Riyo Sudibyo, Achmad Daeng Sere (Fraksi NasDem), Hendry Munief (Fraksi PKS). (pun/rdn)