Jakarta – MSN, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Utara berkolaborasi dengan PT Asianagro Agung Jaya (Apical) menggelar pelatihan hard skill bertajuk “Peningkatan Efisiensi Produk Melalui Pemakaian Bahan yang Tepat dan Bernilai”.
Pelatihan yang diikuti 30 peserta ini berlangsung di Aula Kantor Suku Dinas Nakertransgi, Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja.
Pelaku Usaha Binaan DKI Jakarta Ambil Bagian di Inacraft 2026
Kepala Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti mengatakan, pelatihan ini bertujuan mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) meningkatkan efisiensi produk melalui pemilihan bahan yang tepat dan bernilai.
Menurutnya, pelaku usaha kuliner saat ini tidak hanya dituntut menghadirkan cita rasa, tetapi juga menjaga efisiensi biaya, kualitas bahan, serta nilai produk agar tetap kompetitif di pasar.
“Pelaku usaha menghadapi tantangan kenaikan harga bahan pendukung, termasuk kemasan seperti plastik yang berdampak pada biaya produksi dan keuntungan,” ujarnya, Rabu (8/4).
Noviar menjelaskan, pelatihan ini merupakan kelanjutan program tahun sebelumnya. Ia mengajak peserta memanfaatkan pelatihan secara optimal dengan menyerap dan menerapkan ilmu yang diperoleh.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Apical atas dukungan dan kontribusinya dalam pengembangan UKM. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para pelaku usaha khususnya,” terangnya.
Manager CSR Apical, Sugiantoro, menjelaskan, program kolaborasi ini telah berjalan sejak 2020 dan bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, baik dari sisi soft skill maupun hard skill.
“Sebelumnya peserta telah dibekali kemampuan digital marketing dan manajemen bisnis. Tahun ini, kami fokus pada peningkatan hard skill, khususnya teknik memasak profesional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada pelatihan ini juga memperkenalkan penggunaan minyak padat (fry shortening), salah satunya produk Frybest yang dinilai lebih efisien dan menghasilkan kualitas gorengan lebih baik.
“Keunggulannya antara lain hasil gorengan lebih sehat, warna lebih menarik, dan penggunaan minyak lebih hemat. Sehingga, dapat meningkatkan margin keuntungan,” bebernya.
Dalam pelatihan tersebut, kata Sugiantoro, peserta yang mayoritas pelaku usaha kuliner mempraktikkan pembuatan menu seperti cireng dan ayam goreng. Selain resep, peserta juga dibekali teknik menggoreng yang tepat agar menghasilkan produk berkualitas.
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan, mulai dari teknik memasak hingga desain kemasan agar produk mampu bersaing di pasar,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku UKM binaan, Rani (38) asal Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut karena banyak manfaat yang dirasakan.
“Banyak ilmu baru yang saya peroleh, salah satunya dengan teknik penggorengan minyak padat. Hasil gorengan lebih menarik dan tidak terlalu menyerap minyak, jadi lebih hemat,” tandasnya. (arn)
