Jakarta – MSN, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Riano P Ahmad menilai, pendekatan teman sebaya dalam Program Prabu (Pelajar Duta Tramtibum) Jakarta efektif untuk menekan praktik bullying dan tawuran pelajar di lingkungan sekolah.

Program Prabu Jakarta merupakan inisiatif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta yang melibatkan pelajar sebagai duta ketertiban.

Para siswa tersebut berperan mengingatkan dan memberikan edukasi kepada rekan-rekannya dengan pendekatan yang lebih dekat dalam pergaulan sehari-hari.

“Edukasi dari teman sebaya lebih mudah diterima karena mereka hidup dalam lingkungan pergaulan yang sama,” jelas Riano.

Riano menjelaskan, para pelajar yang terlibat dalam program tersebut telah mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi serta pencegahan perilaku berisiko.

“Kalau guru yang menegur, siswa sering merasa takut. Pendekatan sebaya jauh lebih cair,” terang Riano.

Menurut dia, interaksi harian antar siswa memungkinkan pengawasan berjalan lebih cepat dalam merespons potensi kenakalan remaja. Terutama di luar jangkauan guru.

“Teman sebaya bisa langsung mengingatkan karena mereka berinteraksi setiap hari,” ujar Riano.

Program Prabu Jakarta saat itu telah memasuki angkatan ketiga dengan melibatkan 1.005 pelajar dari 40 SMA dan SMK negeri di Jakarta.

Riano menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar perubahan perilaku pelajar dapat terbentuk secara konsisten.

“Pencegahan harus berkesinambungan supaya dampaknya terasa,” tegas Riano.

Komisi A DPRD DKI Jakarta berharap pendekatan teman sebaya dapat diperluas agar sekolah di seluruh wilayah Jakarta memiliki ekosistem yang aman, tertib, dan mendukung perkembangan pelajar. (all/df)