Semarang – MSN, Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Seperti yang disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ATR/BPN Nusron Wahid.
“Kita menggunakan data, baik dari audit BPK dan dari kementerian PAN-RB. Semakin ke sini semakin baik. Kami mengapresiasi kepemimpinan Pak Luthfi dan Gus Yasin,” kata Rifqinizamy, saat acara safari Ramadan dan buka bersama, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Sabtu (7/3/2026).
Acara safari Ramadan dan buka bersama tersebut untuk menjaga kekompakan dan keguyuban antara pemerintahan pusat dan daerah.
“Kalau sudah kompak dan guyub, semua permasalahan bisa kita selesaikan dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rifqinizamy juga menyampaikan, pemimpin kali ini dituntut untuk out of the box. Salah satunya dalam menyiasati refocusing anggaran, di mana tahun ini ada pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) untuk digunakan pada program lain.
Maka dari itu, program-program yang ada sebisa mungkin dilaksanakan dengan baik, efektif, dan efisien. Di mana output dan outcome-nya dapat berdampak, bukan hanya jangka pendek, melainkan juga jangka panjang.
“Pada akhirnya Jawa Tengah bisa menunjukkan diferensiasi dan kemandirian,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen di Jawa Tengah sejauh ini. Keduanya telah menjadi contoh, pemimpin harus bisa membawa kesejahteraan atau mengangkat derajat masyarakatnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, wilayahnya menjadi magnet dari banyak pihak. Hampir semua komisi DPR RI sudah datang ke Jawa Tengah, untuk memberikan masukan dan menyerap aspirasi.
“Terima kasih atas kedatangan Komisi II DPR RI beserta mitra kerjanya, dan juga Menteri ATR/BPN. Kami akan ejawantahkan semua saran dalam program-program kegiatan di 35 kabupaten/ kota,” katanya.
Selain itu, Luthfi juga memaparkan fokus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk merevitalisasi lahan pertanian. Hal tersebut guna menunjang swasembada pangan, sekaligus penumpu pangan nasional. Kegiatan revitalisasi itu berjalan dengan baik, atas dukungan dari Menteri ATR/BPN dan Kantor Wilayah ATR/BPN Jawa Tengah.
“Seluruh Bupati saya minta menghadap ke Kementerian ATR/BPN, agar Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan revitalisasi lahan pertanian segera diselesaikan, sehingga luas baku tanah di Jawa Tengah tercukupi,” tegasnya, dalam acara yang juga dihadiri oleh bupati dan wali kota di Jawa Tengah itu. (tri)
