Jakarta – MSN, Komisi A DPRD DKI Jakarta menyoroti penguatan layanan penanggulangan kebakaran dalam rapat pembahasan Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Pra-RKPD) 2027 bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (5/3).

Satu perhatian Komisi A di antaranya, kebutuhan penambahan hidran mandiri di kawasan permukiman padat. Khususnya yang sulit terjangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Anggota Komisi A Sutikno mengatakan, keberadaan hidran mandiri penting untuk mendukung penanganan kebakaran di lingkungan padat penduduk.

“Di Jakarta banyak permukiman padat dengan akses jalan sempit. Sehingga kendaraan pemadam kebakaran tidak bisa masuk,” jelas Sutikno.

Ia menilai, jumlah hidran mandiri yang tersedia saat itu masih terbatas dibandingkan kebutuhan masyarakat.

“Kami mengusulkan agar hidran mandiri tidak hanya satu titik setiap tahun, tetapi bisa ditambah menjadi empat sampai lima titik sesuai kebutuhan masyarakat,” pesan Sutikno.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Bayu Meghantara menyampaikan, terus meningkatkan ketangguhan daerah dalam penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.

Indeks ketangguhan kebakaran di Jakarta, ungkap dia, menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

“Indeks ketangguhan kebakaran pada 2025 mencapai 63, meningkat menjadi 64 pada 2026 dan kami targetkan naik menjadi 65 pada 2027,” terang Bayu.

Ia menambahkan, peningkatan pelayanan juga terlihat dari capaian standar pelayanan minimal. Khususnya waktu respons penanganan kebakaran.

“Capaian respons time pada 2025 mencapai 99,9 persen dan ditargetkan pada 2026 bisa mencapai 100 persen dengan waktu respons di bawah 15 menit,” papar Bayu.

Bayu menegaskan, terus memperkuat pelayanan dalam peningkatan kapasitas personel serta Program Pencegahan Kebakaran.

“Kami terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan personel agar pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan kepada warga dapat berjalan optimal,” pungkas Bayu. (all/df)