Jakarta – MSN, Wakil Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggaraan Pendidikan sekaligus Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina menilai, pengembangan ekosistem pendidikan tidak seharusnya terbatas di ruang kelas. Melainkan memperluas ke ruang publik, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Elva menekankan, pendidikan harus hadir di berbagai lingkungan. Sehingga proses belajar tidak bersifat kaku. Mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh.
Ruang terbuka bisa menjadi media belajar yang menyenangkan. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pendidikan tidak melulu berlangsung di sekolah,” ujar Elva, beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan, RTH dapat berfungsi untuk kegiatan belajar luar ruang. Seperti praktik sains, literasi lingkungan, dan pelatihan keterampilan sosial.
“Dengan sinergi yang baik, Dinas Pendidikan dapat berkolaborasi dengan dinas terkait untuk mengoptimalkan RTH sebagai bagian dari ekosistem pendidikan,” terang Elva.
Ke depan, harap Elva, pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
“Pendidikan harus menjadi gerakan bersama. Tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi seluruh elemen kota,” tegas Elva.
DPRD DKI Jakarta berkomitmen mendorong kolaborasi lintas dinas. Program pendidikan berbasis lingkungan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kota Jakarta bisa menjadi kota yang cerdas secara akademik. Termasuk kota berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing global. (all/df)
