Jakarta – MSN, Volume sampah di Kota Jakarta telah mencapai lebih dari 7.000 ton per hari. DPRD DKI Jakarta menyikapi persoalan itu secara serius lewat pembentukan panitia khusus (Pansus).
Pansus Pengelolaan Sampah telah resmi menetapkan pimpinan pada Rabu (8/4), di Ruang Komisi D. Hal itu demi mempercepat penanganan sampah yang kian mendesak.
DPRD DKI menyepakati Judistira Hermawan sebagai ketua Pansus Pengelolaan Sampah, dan Husen sebagai wakil ketua. Pansus akan fokus menyusun rekomendasi konkret kepada gubernur untuk membenahi sistem pengelolaan sampah.
Judistira mengatakan, volume sampah dan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang kian penuh harus segera diatasi.
Ketergantungan pada TPST Bantargebang sebagai lokasi pembuangan akhir, kata dia, tidak dapat terus dipertahankan. Perlu diimbangi dengan inovasi pengolahan sampah di dalam kota.
“Tekanan terhadap Bantargebang semakin besar. Perlu langkah serius. Mulai dari pengurangan di sumber, peningkatan daur ulang, hingga pembangunan fasilitas pengolahan modern,” ujar Judistira.
Politisi Partai Golkar itu berjanji, Pansus akan mendorong kebijakan untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek dam solusi jangka panjang bagi krisis sampah.
“Banyak harapan yang disampaikan oleh masyarakat. Keberhasilan kita nanti melalui Pansus ini, paling tidak sampai dengan tahun 2030 Jakarta bersih dari sampah,” tutur dia.
“Kemudian Bantargebang yang hari ini sudah overload tentu tidak bisa lagi terus menerima sampah dari kita,” tambah Judistira.
Dia menegaskan, Pansus akan membahas perbaikan seluruh aspek dalam sistem pengelolaan sampah. Termasuk melibatkan berbagai pihak terkait.
“Hari ini, kami hanya mengantar saja, ke depan harus ada perubahan sistem,” tandas Judistira.
Menurut dia, perlu sinergi antara DPRD dan Pemprov DKI dalam menyelesaikan persoalan sampah. Tanpa saling menyalahkan.
Judistira mengungkapkan, Pansus ingin memastikan Jakarta punya sistem pengelolaan sampah yang kuat dan terintegrasi. Tidak bergantung sepenuhnya pada TPST Bantar Gebang.
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi soal keberlanjutan kota,” pungkas dia. (arn)
