Jakarta – MSN, Sebagai kota inklusif, Jakarta terbuka bagi siapa saja. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen tidak akan menerapkan operasi yustisi atau pemeriksaan khusus kepada pendatang baru usai libur Idulfitri 1447 Hijriyah tahun 2026.
Namun, pendatang yang ingin mengadu nasib di Jakarta perlu membekali diri dengan keterampilan. Tidak hanya bermodal tekad.
“Pemprov DKI Jakarta mempersilakan masyarakat dari luar Jakarta yang ingin mengadu nasib. Namun harus bersiap mental dan memiliki keterampilan. Jangan sampai, setelah berada di Jakarta menjadi Pak Ogah. Kami sangat mendukung komitmen tersebut,” ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth, Rabu (25/3).
Menurut dia, fenomena kedatangan pendatang baru pasca lebaran merupakan hal yang tak dapat dihindari Jakarta sebagai ibukota dan pusat perekonomian nasional. Kini, Jakarta bersiap menjadi kota global ini.
Harus diakui, selama ini Jakarta menjadi magnet peluang. Sekaligus harapan bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk mengadu nasib.
Namun, keterbukaan Jakarta tidak berarti tanpa batas dan tanpa arah. Pendatang harus memahami pentingnya kesiapan lahir batin dan harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik.
“Bekal utama itu adalah keahlian , kompetensi dan tujuan yang jelas. Datang ke Jakarta tak cukup hanya bermodal nekat. Tetapi harus memiliki rencana matang serta niat untuk berkontribusi secara produktif. Bukan sekadar mencoba peruntungan,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Persoalan Sosial
Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi A Alia Noorayu Laksono mengemukakan, urbanisasi yang tidak diiringi kesiapan akan menimbulkan persoalan sosial dan jadi beban Kota Jakarta.
“Kita tidak ingin melihat pendatang yang akhirnya menjadi Pak Ogah, manusia gerobak, atau bahkan terjerumus ke dalam tindakan kriminal. Hal ini harus menjadi perhatian bersama, dan Pemprov DKI Jakarta khususnya,” papar politisi Partai Golkar itu.
Baik Kent maupun Alia Noorayu menegaskan, kondisi tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga akan berdampak pada ketertiban umum, serta citra Jakarta sebagai kota metropolitan.
Karena itu, para pendatang juga harus membawa semangat investasi. Sekecil apa pun bentuknya. Dengan demikian, langkah tersebut akan bisa menjadi kontribusi nyata dalam mendorong perekonomian daerah.
Misalnya, membuka usaha mandiri, atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bahkan menciptakan lapangan kerja . Dengan demikian, sangat membantu perekonomian. Sekaligus mendukung program Pemprov DKI Jakarta menuju kota global dan pusat perekonomian internasional,” tegas pria yang akrab disapa Kentitu.
Karena itu, Kent dan Alia Noorayu menegaskan, jajaran DPRD dan Pemprov DKI Jakarta akan terus mendorong kebijakan penataan urbanisasi yang lebih terarah. Antara lain melalui penguatan ekonomi di daerah asal, peningkatan keterampilan tenaga kerja hingga pengawasan sosial di Kota Jakarta.
“Kami percaya, dengan niat baik dan kerja keras, para pendatang bisa menjadi bagian dari solusi. Bukan beban. Kota Jakarta bukan hanya tempat mencari kehidupan, tetapi jura ruang untuk berkontribusi dan tumbuh bersama,” papar dia.
Terbuka untuk Pendatang
Gubernur Pramono Anung menegaskan, Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang untuk mencari pekerjaan maupun kesempatan untuk hidup yang lebih baik.
Karena itu, gubernur tidak memerintahkan aparatnya untuk mengadakan operasi kependudukan (yustisi) atau screening kepada para pendatang seperti yang sudah-sudah.
Sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional, Jakarta memberikan banyak peluang kerja bagi masyarakat.
“Tetapi dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina versus Rusia, sekarang di Timur Tengah ada Israel dan Amerika Serikat melawan Iran, kita harus penuh kehati-hatian,” papar Pramono Anung di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Lebih lanjut Pramono mengingatkan kepada masyarakat yang berencana merantau ke Jakarta agar mempersiapkan diri dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai.
Karena persaingan di Jakarta sangat ketat. Untuk itu dibutuhkan kesiapan mental dan keterampilan yang memadai agar dapat bertahan.
Sebab, kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan baik-baik saja. Tetapi butuh perjuangan, keterampilan dan inteligensia,” ucap Pramono.
Pram juga berharap, setelah Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian internasional, bisa banyak menyerap tenaga kerja dari para pendatang yang memiliki latar belakang pendidikan dan ilmu pengetahuan perekonomian yang memadai.
Sehingga benar-benar mampu mengantarkan Kota Jakarta ke forum dunia internasional lewat perekonomian.
Sebagai kota metropolitan dan kota tua, Jakarta memiliki berbagai potensi. Baik di bidang perekonomian,
Dengan demikian, pendidikan, pariwisata dan budaya. “Jakarta menyandang predikat sebagai Kota Tua Wisata Pusaka,” tutur Ketua Komisi A Inggard Joshua, Rabu (25/3/2026).
Politisi Partai Gerindra itu juga mengimbau agar para pendatang baru benar-benar memiliki latar belakang pendidikan dan keterampilan yang memadai.
Sehingga benar-benar mampu menunjang program pembangunan perekonomian Kota Jakarta yang lebih mapan ke depan.
“Modal keterampilan dan ilmu pengetahuan yang memadai akan bisa memberi kontribusi pada pembangunan kota Jakarta menuju kota global dan pusat perekonomian internasional. Juga taat hukum,” imbuh Pramono. (stw/df)
