Semarang – MSN, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menyiagakan ribuan posko dan fasilitas kesehatan (faskes) yang beroperasi selama 24 jam, mulai 13 Maret 2025. Hal itu guna memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap optimal selama arus mudik Lebaran 2026.
Keberadaan posko dengan layanan kesehatan tersebut untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi para pemudik maupun masyarakat, yang beraktivitas selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 H. Pasalnya, sebanyak 17,7 juta pemudik diprediksi akan memasuki wilayah Jawa Tengah.
Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, total posko pelayanan kesehatan yang disiagakan tersebar di 127 lokasi strategis. Mulai dari rest area, pintu exit tol, titik perbatasan, bandara dan pelabuhan, daerah rawan kecelakaan dan bencana, hingga tempat ibadah dan destinasi wisata.
Selain itu, fasilitas layanan kesehatan yang disiagakan meliputi 369 rumah sakit pemerintah dan swasta, 883 puskesmas, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang terdiri atas 430 klinik utama dan 2.067 klinik pratama.
Dari jumlah tersebut, seluruh rumah sakit beroperasi selama 24 jam. Sebanyak 368 puskesmas serta 337 klinik utama dan pratama yang memiliki fasilitas rawat inap juga melayani pasien selama 24 jam.
Yunita menjelaskan, posko layanan kesehatan akan terintegrasi dengan posko terpadu Dinas Perhubungan dan kepolisian, yang beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
“Posko ini tidak hanya untuk pemeriksaan, tetapi bisa jadi tempat istirahat. Karena banyaknya kecelakaan di jalur mudik itu rata-rata karena kelelahan. Maka, posko-posko ini tentu dibutuhkan masyarakat,” katanya, saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, baru-baru ini.
Selain mengoptimalkan posko dan fasilitas kesehatan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan kru angkutan di seluruh Terminal Tipe B. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, serta tes narkoba.
Dengan dukungan tenaga medis serta sarana dan prasarana yang memadai, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih tenang dan terlindungi.
“Karena kalau mereka mungkin kelelahan, tensinya tinggi, atau gula darahnya tinggi, itu berbahaya sekali, maka dilakukan cek. Ini nanti diintegrasikan dengan cek kesehatan gratis (CKG) yang untuk penumpang,” ungkap Yunita.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengaktifkan Public Safety Center (PSC) 119 yang siap memberikan layanan cepat tanggap darurat kesehatan, khususnya di daerah-daerah rawan kemacetan, bencana, dan wilayah perbatasan.
Dengan menghubungi call center tersebut, masyarakat yang mengalami kendala kesehatan dapat segera dihubungkan dengan fasilitas kesehatan terdekat.
“Misal ada kecelakaan, ambulans bisa langsung datang dan kemudian korban bisa dibawa ke faskes terdekat dan harapannya bisa segera dibantu,” beber Yunita.
Menurut dia, selain kesiapan posko dan fasilitas layanan kesehatan, perilaku hidup sehat masyarakat juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, pihaknya memberikan sejumlah imbauan kepada para pemudik.
Pertama, pemudik diimbau tidak memaksakan diri ketika merasa lelah selama perjalanan. Kedua, pemudik diminta memastikan asupan makanan cukup dan memilih makanan yang higienis untuk menghindari penyakit seperti diare.
“Terus jangan lupa bawa air putih. Kalau membawa anak-anak pada saat mudik tentu juga harus menyiapkan makanan yang dibutuhkan. Siapa tahu ada kemacetan, kelambatan. Nah, tentu ini diantisipasi oleh keluarga-keluarga pemudik di Jawa Tengah,” imbuh Yunita.
Ia menekankan, berbagai kesiapan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Ahmad Luthfi agar masyarakat dapat menjalani mudik dengan aman, nyaman, sehat, dan selamat.
“Tentu tadi persiapan-persiapannya harus diperhatikan, dan kalau mau mudik badan harus sehat ya, jangan pulang dalam keadaan sakit supaya nanti di perjalanan juga nyaman, aman dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.
Pada momen berbeda, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kepada pengemudi yang hendak melakukan perjalanan mudik lebaran, agar memastikan kesehatannya dalam kondisi fit.
“Kesehatan harus dipastikan aman, karena perjalanan jauh. Jadi kesehatan harus dilakukan pengecekan,” kata Taj Yasin, saat meninjau pelaksanaan Layanan Masyarakat Menyambut Mudik Lebaran 2026 di Terminal Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, belum lama ini.
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, kondisi kesehatan pemudik harus dipastikan aman, karena menempuh perjalanan jauh. Bisa jadi fisik yang kelelahan akan mengalami penurunan energinya. Sehingga diperlukan pengecekan kesehatan.
Karenanya, Pemprov Jateng juga telah melakukan pengecekan kesehatan para pengemudi maupun kru bus di sejumlah terminal.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng siap menyambut kedatangan jutaan pemudik yang akan masuk di wilayahnya.
“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” kata Luthfi.
Luthfi mengatakan, tingginya jumlah pemudik tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.
Luthfi mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik. Para pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan.
Pada momentum mudik ini, Pemprov Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi. (tri)
