Palembang – MSN, Provinsi Sumatera Selatan kembali mempertegas posisinya sebagai aktor utama ketahanan pangan di Indonesia. Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, menyatakan kesiapannya untuk menyambut peserta Rakornas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Panen Raya yang dijadwalkan pada 11 Februari 2026 mendatang. Kepastian ini terungkap usai Gubernur menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Bambang Pramono, di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (4/2/2026).
“Kita sangat wellcome. Sumsel saat ini berada di peringkat ke-3 produksi pangan nasional, dan Kabupaten Banyuasin adalah juara pertama dalam produktivitas hasil pangan. Kita ingin pemerintah pusat melihat langsung etos kerja luar biasa petani kita yang berhasil membawa Sumsel melompat dari peringkat 5 ke peringkat 3 nasional,” tegas HD dengan antusias.
Ia menambahkan bahwa persiapan matang tengah dilakukan. Rangkaian acara nantinya akan diperkuat dengan agenda Panen Raya bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait guna menunjukkan ekosistem pangan Sumsel yang solid dan etos kerja petani di Sumsel.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa Rakornas GNPIP ini akan menjadi ajang kolaborasi besar. Rencananya, sejumlah tokoh nasional seperti Menko Perekonomian dan beberapa Wakil Menteri dijadwalkan hadir untuk melakukan temu wicara langsung dengan para pelaku pangan.
Ia menjelaskan Poin Utama Kegiatan (11 Februari 2026) mendatang yakni Rakornas GNPIP, Panen Raya serta Temu Wicara yaitu dialog strategis antara petani/pelaku usaha dengan Menko Perekonomian.
Dengan status sebagai “Juara Pengendalian Inflasi”, Sumatera Selatan optimis Rakornas ini akan memperkuat sinergi antara kebijakan moneter Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
Di kesempatan itu juga HD langsung menghubungi Bupati Banyuasin Askolani untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan Rakornas tersebut. (sup)
