Jakarta – MSN, Peristiwa pengayuh sepeda alami kecelakaan hingga tewas di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (9/12), menuai sorotan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Pengayuh sepeda itu menabrak Bus Transjakarta.
Menurut Rio, kasus tersebut menjadi alarm keras bagi Pemprov DKI Jakarta agar sistemik dalam penanganannya.
“Pemda, khususnya Dinas Perhubungan, harus cekatan. Penanganannya jangan hanya reaktif karena ada korban. Harus sistemik,” ujar Rio, beberpa waktu lalu.
Berdasarkan pengalaman pribadi, ungkap Rio, fasilitas pejalan kaki dan jalur sepeda di Jakarta memang belum berfungsi baik.
“Setiap Rabu ada aturan ASN tanpa kendaraan pribadi. Saya sering jalan kaki 6,1 km ke kantor. Banyak trotoar dipakai kendaraan, polusi juga tinggi,” tandas dia.
Politisi PDI Perjuangan itu berpendapat, mengubah budaya berkendara sangat penting. Sehingga setiap pengguna jalan saling menghargai satu sama lain.
“Termasuk pengemudi kendaraan umum, seperti TransJakarta dan JakLingko. Masih sering dikeluhkan persoalan human error,” tegas dia.
Dalam kasus kecelakaan pengayuh sepeda itu, Rio mengucapkan dukacita mendalam. Bahkan, investigasi menyeluruh.
“Sebagai anggota (DPRD) komisi (bidang) perhubungan, saya menyampaikan dukacita mendalam,” kata Rio.
Dalam kecelakaan itu, Vice President Sekretaris SKK Migas Hudi Dananjoyo Suryodipuro (48) tewas, sekitar pukul 06.20 WIB.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, korban yang mengendarai sepeda angin menabrak Bus Transjakarta. Mengalami luka di bagian kepala.
Ketika itu, Hudi tengah mengayuh sepeda dari arah selatan menuju utara di Jalan Jenderal Sudirman.
Saat melintas di depan Halte Transjakarta Karet Sudirman, korban menabrak bus yang sedang berhenti untuk layanan naik turun penumpang. (arn)
