Lahat – MSN, Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menata carut-marut angkutan batubara terus menunjukkan langkah nyata. Hari ini, Jumat (16/01), Gubernur Sumsel H. Herman Deru secara resmi melakukan Groundbreaking Ceremony pembangunan Underpass PT Mustika Indah Permai (MIP) yang berlokasi di Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Jumat, (16/1/2026).
Pembangunan underpass di jalur lintas Muara Enim-Lahat ini merupakan tindak lanjut tegas atas instruksi Gubernur terkait larangan angkutan batubara melintas di jalan umum. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk memisahkan jalur logistik pertambangan dengan aktivitas transportasi masyarakat.
“Ini adalah upaya kita menata jalur angkutan batubara agar tidak lagi bersinggungan dengan jalan umum. Kita ingin meminimalisir kemacetan dan risiko kecelakaan, serta menghilangkan dampak polusi debu yang selama ini dikeluhkan warga,” ujar Herman Deru.
Lebih lanjut, Gubernur berharap PT MIP dapat menjadi trendsetter bagi perusahaan tambang lainnya di Sumsel. ” Semoga konsistensi dalam penggunaan jalan khusus ini ditiru oleh perusahaan lain agar tidak mengganggu aktivitas publik,” tambahnya.
Underpass yang mulai dibangun ini memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni dengan lebar 33,97 meter dan kedalaman 9 meter. Proyek ini ditargetkan rampung pada Januari 2027 mendatang.
Presiden Direktur PT Mustika Indah Permai, Mulyadi Wibowo, menyampaikan bahwa pembangunan ini adalah bentuk kepatuhan perusahaan terhadap instruksi Gubernur. “Kami berkomitmen menciptakan wilayah operasional yang aman dan ramah lingkungan. Kami memohon maaf dan meminta kesabaran masyarakat selama masa konstruksi berlangsung. Ini adalah bukti keseriusan kami mendukung program Pemprov Sumsel,” ungkapnya.
Nada positif juga datang dari pemerintah setempat. Wakil Bupati Lahat, Widyaningsih, S.H., menyebut pembangunan ini sebagai jawaban atas keresahan masyarakat selama bertahun-tahun. (sup)
