Cilegon – MSN, Satgas Penanggulangan Bencana Banjir Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak ke titik pertambangan di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Selasa (20/01/2026).
Kegiatan dipimpin Plt Sekda Aziz Setia Ade bersama Forkopimda sebagai tindak lanjut instruksi Wali Kota untuk minimalisir risiko banjir akibat kerusakan lingkungan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan aktivitas pertambangan di wilayah Kota Cilegon sudah berhenti. Namun, tim menemukan aktivitas masih berlangsung di Kabupaten Serang yang berbatasan dengan Cilegon.
Aziz menyatakan, pemerintah khawatir kendaraan pengangkut tambang dari luar merusak infrastruktur jalan kota. Solusinya adalah relokasi titik penimbunan sementara dari Jalan Lingkar Selatan ke dekat pintu Tol Cilegon Timur.
Data Satgas mencatat ada 32 titik pertambangan di Cilegon, 8 di antaranya berpotensi tinggi menyebabkan banjir di Kecamatan Cilegon, Citangkil, dan Ciwandan. Pemerintah Kota akan koordinasi dengan Kabupaten Serang agar pengelola tambang bertanggung jawab atas lingkungan dan gunakan jalur distribusi masing-masing.
“Kami fokus menjaga lingkungan dan melindungi infrastruktur. Pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat,” pungkas Aziz. (red)
